Saat aku mengaku jahat, bukan orang yang membenarkan yang ku inginkan.
Saat aku berkata jahat, bukan orang yang menyeru "Ya" yang ku butuhkan.
Melainkan, dia yang tersenyum.
Dia yang menepuk pundakku.
Dia yang membisikkan ku, "kau lebih baik dari yang kau pikirkan"

Menggenggam tangan ku. Menguatkan jiwa ku. Membuat ku mampu berkata, "aku berani".
Kemudian berlari bersama ku. Meninggalkan semua ketakutan-ketakutan hitam. Dan membuat ku melupakan wajah-wajah jahat yang terbalut persona putih senyuman palsu penghias siapa diriku..
###

Tidak ada komentar:
Posting Komentar