00:04
Dentum..
Risau..
Kacau..
Diluar sana
Takut, aku berbaring sendiri
Sesengguk dalam diam diantara nada-nada
Seutuh melodi terlelap nyaman dengan malam
Tak merasa ada orang yang jatuh tertinggal
Aku takut...
Sendirian diantara mata-mata yang terpejam
Bergidik atas dentum-dentum legam dilangit kelam
Berbalik,
Menatap kanan, menoleh kiri
Berharap kecemasan takkan berbuah nyata
Aku takut..
Juga sakit..
Rasa ngilu yang ku redam sendiri
Bergulat menahan agar tak merintih
Sakit..
Namun kelopak-kelopak mata itu telah merapat
Dentuman lagi..
Sahut menyahut
Aku, tetap sendiri
Tuhan,
Obat...
Berikan aku obat dari Mu
Lumpuhkan takut ku dengan Asma-Mu..
Tuhan...
Obati aku...
Dari rasa ngilu ini,
Dari takut malam ini. .
###
Dalam diam fiksi hidup. Dalam hidup diksi menjelma. Menjadi sebutir pasir. Ditimbun wajah berkarat persona. Mengunci rasa bermotif rahasia. Memendam tangis, canda juga tawa. Menyatukan segalanya, dikeheningan diam dunia. Demikianlah, alur narasi tanpa bicara, dengan sebenar-benar raut hati sang pujangga yang kalap dalam dunianya..
Follow Aku yuk . . =3
Baca juga yg ini. .
-
". .Dan Angan Ku Tak Hen ti. .” “. . Bersajak Tentang Bayangmu. ." Biar aku disini mengisi sepi yang berpendar-pendar le...
-
Mengelana di teluk kerinduan Mencari sisa dari sanggah cinta pupusan alam Sayang di persimpang luring suratan Aku menikung di titia...
-
Dikau... Memaknainya aku buta Mengartikannya seribu dilema Ibarat sayap tak berpasang Ibarat kasih tanpa sayang Pergi... Ma...
Mengenai Saya
- Senandung di Titian Angin
- Tentang kecintaan yang sudah habis ku reguk dalam manisnya sebuah angan-angan...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar