Follow Aku yuk . . =3

Baca juga yg ini. .

Senandung di Titian Angin
Jika menulis akan membuatmu lebih baik, maka tulislah. Tulis dengan segala yang layak tertulis, dengan segala yang ingin kau tulis. Untuk dirimu sendiri..

Mengenai Saya

Foto saya
Tentang kecintaan yang sudah habis ku reguk dalam manisnya sebuah angan-angan...

Jumat, 03 Januari 2014

Jalan Cinta

Kidung cinta yang nanti menuntunmu
Mengajakmu dalam semai nyanyiannya

Patuhlah sebagaimana kamu patuh

Tunduklah sebagaimana kamu tunduk

Karena tak daya kau mengatur cinta

Sebelum dia mengatur  hatimu di jalannya




Bila sayap-sayapnya mekar  terbentang

Seperti luas ingin memelukmu 
Menenggelamkan sekeping hati milikmu
Berbaringlah disana

Sembari menari menutup mata dunia

Dan biarkan cinta mengatur jalannya

Meski cinta memindaimu dari danau ke gurun

Dan mencampakmu dari satu bintang yang terus berlanjut

Dan menenggelamkanmu di kerumun seribu salju

Dan menuduhmu menyetubuh sang malam

Biarkan..

Karena cinta mengatur jalannya



Cinta memberimu selembar  kusam ujian

Tentang prakara sabar atau kehancuran

Tentang pranata tegar atau kematian

Adalah barisan-barisan usang yang sederhana

Di dalamnya diterakan dua untaian tanya

Namun itulah jalan cinta

Yang lemah akan merebah

Yang kuat akan merapat



Semestinya cinta tak memiliki

Tak jua dimiliki



Tapi lah sebagaimana kelam gempita dunia

Merebut kesucian dari sisi cinta

Mereka yang buta mereguk racun di cawan emas

Mereka yang bejat mencumbu bangkai berwujud mawar

Kejamnya aduhai dunia..



Mereka berdecak sok mengatur cinta

Memperjual belikan hati dengan harta

Sedang tak sadar bodohnya mereka

Padahal cinta telah hadir sebelum mereka ada



Walau sudahnya hitam, kelam, gelap dunia

Telah menghunus dusta ditepian hati manusia

Tapi sungguh cinta itu masih dengan jalannya

Memisah dan satukan tulang rusuk antara mereka



Begitulah cinta..

Karena cinta mengatur jalannya 
###

Tidak ada komentar: